Minggu, 06 Maret 2011

Manusia dan Penderitaan


Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya  menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencpai kenikmatan dan kebahagiaan. Penyebab penderitaan juga macam-macam. Ia datang kepada kita dalam bentuk sakit, gagal dalam usaha, diperlakukan secara tidak adil, mengalami duka cita karena kematian orang yang kita kasihi, musibah seperti bencana alam.

Siksaan
Siksaan atau penyiksaan digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara introgasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah. Sepanjang sejarah, siksaan telah juga digunakan sebagai cara untuk memaksakan pindah agama atau cuci otak politik. Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasman, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan.

Siksaan yang sifatnya psikis
Siksaan yang bersifat psikis atau fisik bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Kebimbangan, bisa merupakan sebuah arti bahwa sulit melakukan segala sesuatu yang ingin dikerjakannya, kebimbangan berasal dari kata bimbang, yang artinya adalah sulit menentukan pilihan diantara lebih dari satu pilihan.
Kesepian merupakan kondisi yang tidak menyenangkan, dan berdasarkan pengalaman berhubungan dengan tidak mencukupinya kebutuhan akan bentuk hubungan yang akrab atau intimasi (Sullivan dalam perlman & Peplau, 1982). Sermat (dalam Middlebrook, 1980) berpendapat bahwa kesepian yang dialami oleh seseorang karena aktivitas-aktivitas rutinnya dalam belajar di sekolah maupun di rumah akan mempengaruhi prestasi belajarnya. Ia merasa jenuh dan tidak termotivasi untuk belajar, sehingga prestasi belajarnya menjadi merosot.
Ketakutan adalah sesuatu dimana perasaan orang menjadi gelisah. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia. Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang.

Kekalutan Mental
Kekalutan mental adalah penyakit yang menyerang mental  atau pikiran seseorang. kekalutan mental  bisa menyerang siapa saja. kekalutan mental bisa disebut sebagai gangguan kejiwaan.  Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar dan menyimpang.
Gejala seseorang mengalami kekalutan mental
Seseorang yang mengalami kekalutan mental, memiliki beberapa gejala awal yang tampak pada si pei berbohongnderita, yaitu :
  1. Akan nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
  2. Akan nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Tahap-tahap gangguan kejiwaan
  1. gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita baik berupa jasmani maupun rokhani, seperti kesepian, ketakutan,.
  2. usaha mempertahankan diri dengan cara negative, seperti berbohong.
  3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalam gangguan.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
  1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
  2. terjadinya konflik sosial budaya
  3. cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial
Proses kekalutan mental
Proses kekalutan mental yang dialami seseorang terdapat menjadi dua bagian, bisa  mendorongnya kearah positif dan negative.
Posotif; trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebagai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya.
Negatif: merasa segala penderitaan yang telah dialaminya tidak dapat dilupakan, dan telah membekas dihidupnya, sehingga mengalami trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan  mengalami fustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.


Berdasarkan pernyataan diatas, dapat ditarik kesimpulan, bahwa manusia dan penderitaan adalah hal yang sangat menyatu dalam kehidupan. Hampir setiap orang penah mengalami penderitaan. Penderitaan seseorang dialami akibat dari orang sekitar ataupun akibat dirinya sendiri. Tidak berbeda dengan penderitaan, siksaan juga timbul akibat orang sekitar maupun diri sendiri. Siksaan yang timbul akibat orang lain, disebabkan mungkin orang yang menyiksanya itu mengalami gangguan mental, atau mempunyai dendam kepada orang yang dianiaya atau disiksanya. Orang yang mengalami penderitaan atau siksaan, kemungkinan mengalami trauma yang sulit terlupakan, akibatnya seseorang itu mengalami serangan pikiran, atau mengalami kekalutan mental. Dimana akan berakibat buruk, apabila seseorang itu tidak bisa mengendalikan kekalutan mentalnya.

Seseorang yang mengalami kekalutan mental hendaknya mendapatkan perhatian, agar tidak melakukan hal yang membahayakan dirinya sendiri dan orang sekitarnya. Seseorang yang mengalami kekalutan mental harus mendapatkan perhatian dari orang yang berada di lingkungan sekitarnya, terutama adalah pihak keluarga. Kekalutan mental atau gangguan kejiwaan adalah penyakit yang disebabkan oleh peristiwa yang tak terlupakan oleh sesorang yang timbul akibat adanya karena adanya tekanan dalam pikikiran. Jadi manusia pasti pernah mengalami penderitaan dan siksaan selama hidupnya, dan orang sekitar lingkungannyalah yang perlu memperhatikan setiap seseorang yang mendapat penderitaan atau siksaan agar tidak melakukan hal yang membahayakannya.
 

http://www.ujank.web.id/Coretan-Tugas/manusia-dan-penderitaan.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar