Selasa, 07 Juni 2011

arti sebuah pengorbanan



Menurut saya pengertian dari Pengorbanan adalah sesuatu yang harus dilakukan untuk apa saja, agar tercapainya suatu tujuan, cita-cita atau sesuatu yang diinginkannya. Seperti yang kita ketahui ada banyak macam pengorbanan, seperti salah satunya adalah pengorbanan harta, pengorbanan cinta, pengorbanan waktu, pengorbanan martabat dan lain sebagainya. Kita semua pasti pernah melakukan sesuatu pengorbanan, baik pengorbanan waktu, harta, cinta ataupun pengorbanan lainnya. Bentuk pengorbanan banyak sekali macamnya, seperti halnya seseorang yang hanya demi untuk mencari nafkah segala bentuk cara digunakan untuk sesuatu hal tersebut baik secara halal maupun tidak halal.
Seperti salah satu pengorbanan seseorang yang bekerja atau mencari ilmu dengan jarak yang jauh dari rumah ke tempat tujuan. Pengorbanan waktu mungkin yang banyak dilakukan bila bagi seorang yang bertempat tinggal jauh, istilah berangkat sebelum matahri terbit dan pulang setelah matahari terbenam adalah hal yang biasa bagi mereka setiap harinya. Semua dilakukan penuh semangat dan pantang menyerah serta dilakukan dengan penuh keikhlasan dan penuh ketulusan hanya untuk sebuah keluarga yang ingin ia bahagiakan. Semua dilakukan semata-mata hanya untuk sebuah tujuan, terlebih lagi bagi mereka yang terbatas oleh ekonomi dan lain sebagainya.
Pengorbanan bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak terkecuali binatang dan tumbuhan pun bisa melakukannya, seperti salah satu cerita yang menggambarkan suatu pengorbanan. “suatu hari ada seekor burung jatuh cinta pada mawar putih, burungpun terus berusaha mengungkapkan perasaannya tersebut, tetapi mawar putih berkata bahwa dia tidak bisa mencintai si burung. Mendengar jawaban si mawar, burungpun tidak menyerah dan setiap harinya burung berusaha untuk terus mengungkapkannya dan bertemu dengan si mawar putih. Melihat betapa besar pengorbanan seekor burung, akhirnya mawar putih pun berkata pada si burung; ‘aku akan mencintaimu jika kamu dapat mengubahku menjadi mawar merah’. Burungpun bingung dengan permintaan si mawar putih tersebut, dan akhirnya suatu hari burungpun kembali datang menemui si mawar putih, dan si burung memotongkan sayapnya dan menebarkan darahnya kepada mawar putih, hingga si mawar putih berubah menjadi mawar merah. Akhirnya si mawar sadar seberapa besar burung mencintai dirinya, tapi semuanya terlambat karna burung takan pernah kembali lagi kedunia”.
Dari cerita diatas tersebut, menggambarkan tentang sebuah pengorbanan cinta yang besar, dan pengorbanan tersebut dilakukan apa saja demi tercapainya suatu tujuan. Demi tercapainya suatu tujuan, seberapapun besarnya rintangan dan tantangan tersebut pasti dilakukan dan berusahalah sebesar mungkin hanya untuk tercapainya suatu tujuan.

Selasa, 24 Mei 2011

Manusia dan Harapan


Muhamad Asep Saputra
54410563
1 IA 09

1.    Pengertian manusia dan harapan

Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan , atau secara campuran.

Harapan berasal dari kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau sesuatu terjadi atau suatu yang belum terwujud. Harapan dapat diartikan sebagai menginginkan sesuatu yang dipercayai dan dianggap benar dan jujur oleh setiap manusia dan harapan agar dapat dicapai ,memerlukan kepercayaan kepada diri sendiri,kepercayaan kepada orang lain dan kepercayaan kepada TUHAN.

Jika manusia mengingat bahwa kehidupan tidak hanya di dunia saja namun di akhirat juga, maka sudah selayaknya “harapan” manusia untuk hidup di kedua tempat tersebut bahagia. Dengan begitu manusia dapat menyelaraskan kehidupan antara dunia dan akhirat dan selalu berharap bahwa hari esok lebih baik dari pada hari ini, namun kita harus sadar bahwa harapan tidak selamanya menjadi kenyataan.
Menurut kodratnya dalam diri manusia terdapat 2 dorongan,yaitu dorongan kodrat serta dorongan kebutuhan hidup.terkait dengan kebutuhan manusia tersebut , abraham maslow mengkategorikan kebutuhan manusia menjadi 5 macam atau disebut juga 5 harapan manusia, yaitu;
1.harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup
2.harapan untuk memperoleh keamanan
3.hak untuk mencintai dan dicintai
4.harapan diterima lingkungan
5.harapan memperoleh perwujudan cita-cita

2. Sebutkan persamaan harapan & cita-cita

Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.


Cita-cita merupakan Impian yang disertai dengan tindakan dan juga di berikan batas waktu. Jadi kalau kita bermimpi untuk menjadi netpreneur yang sukses, ya… harus di sertai tindakan jangan cuma berandai-andai saja. Serta jangan lupa di berikan target waktu sehingga kita punya timeline kapan hal tersebut kita inginkan terealiasasi.

Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu: keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.

3.    Penyebab manusia mempunyai harpan

Menurut kodratnya manusia merupakan makhluk sosial. Setiap lahir kedunia langsung disambut oleh suatu pergaulan hidup,yakni ditengah suatu keluarga atau masyarakat lainnya. Ada dua hal yang mendorong manusia hidup bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup. Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain,yaitu:
1. Dorongan Kodrat
2. Dorongan Kebutuhan Hidup
Bila kita tinjau dari wujudnya dapat dikatakan tidak terhingga, namun bila dilihat dari tujuannya hanya ada satu, ialah hidup bahagia. Bahagia dunia dan akhirat. Dalam hubungannya dengan pendidikan moral, untuk mewujudkan harapan itu sebagai berikut:

1.Harapan seperti apa yang baik
2.Bagaimana cara mencapai harapan itu
3.Bagaimana bila harapan itu tidak tercapai

4.    Pengertian Kepercayaan

Kepercayaan adalah dasar pribadi subyektif untuk perilaku individu, sedangkan kebenaran adalah sebuah negara tujuan independen dari individu, misalnya, fakta. Kepercayaan juga merupakan pikiran.

Kepercayaan adalah sesuatu yang diyakini kebenarannya. Masalah yang sering muncul dari konsep kepercayaan adalah, apakah ada kepercayaan yang benar dan salah? Apakah kepercayaan hanya ada dalam bentuk konsep dalam pikiran manusia? Beberapa orang berpendapat bahwa kepercayaan tidak bisa didiskusikan dalam terminologi benar atau salah.

Kepercayaan pada orang-orang yang bijaksana sering didasarkan atas rasionalitas. Rasionalitas adalah suatu hasil dari proses berpikir, dimana orang memiliki kapasitas untuk memberikan alasan, untuk menjalani, memberikan kebenaran tertentu, atau dengan kata lain rasionalitas adalah sesuatu yang masuk akal. David Hume, filosofis asal Skotlandia, menyatakan orang bijaksana menitikberatkan pada bukti daripada hanya sebuah kepercayaan semata.

5. Tiga teori kebenaran

Terdapat tiga teori kebenaran, yaitu :
Teori Kebenaran Korespondensi
Teori kebenaran korespondensi adalah teori yang berpandangan bahwa pernyataan-pernyataan adalah benar jika berkorespondensi terhadap fakta atau pernyataan yang ada di alam atau objek yang dituju pernyataan tersebut. Kebenaran atau suatu keadaan dikatakan benar jika ada kesesuaian antara arti yang dimaksud oleh suatu pendapat dengan fakta.
Teori Kebenaran Koherensi
Teori kebenaran koherensi disebut pula konsistensi adalah teori kebenaran yang didasarkan kepada kriteria koheren atau konsistensi. Suatu pernyataan disebut benar bila sesuai dengan jaringan komprehensif dari pernyataan-pernyataan yang berhubungan secara logis. Pernyataan-pernyataan ini mengikuti atau membawa kepada pernyataan yang lain.
Teori Kebenaran Pragmatis
Termasuk juga sebagai teori tradisional, paham pragnatis sesungguhnya merupakan pandangan filafat kontenporer yang berkembang pada akhir abad XIX dan awal abad XX oleh tiga filusuf Amaerika, yaitu C.S. Pierce, Wiliam James dan John Dewey.

6. Empat kepercayaan

Dasar kepercayaan ialah kebenaran dan sumber kebenaran adalah manusia, oleh karena itu keepercayaan dibedakan atas:

1. kepercayaan pada diri sendiri, yaitu kepercayaan yang harus ditanamkan pada setiap pribadi manusia. hakikatnya kepercayaan kepada tuhan Yang Maha Esa.
2. Kepercayaan pada orang lain, yaitu percaya pada kata hatinya yang berbentuk pada perbuatan kebenaran kepada orang lain. Misalnya pada saudara, teman, orang tua atau siapa saja.
3. Kepercayaan pada pemerintah
4. kepercayaan kepada tuhan, yaitu meyakini bahwa manusia diciptakan oleh tuhan dan manusia harus bertakwa pada tuhannya. Salah satu cara bertakwa adalah mengukuhkan imannya bahwa tuhan merupakan zat yang merupakan kebenaran mutlak.

7.
Usaha2 manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada tuhannya

a) Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
b) Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
c) Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan, dan sebagainya.
d) mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
e) menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.

Referensi







Senin, 16 Mei 2011

Manusia dan Kegelisahan


Muhamad Asep Saputra
54410563
1 IA 09

Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan menipakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.

Kegelisahan menipakan salah satu elcspirsi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, behwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tecapai.

Macam kecemasan
Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (obyektit), kecemasan neorotfic dan kecemasan moril.
(a).  Kecemasan obyektif
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya.
(b). Kecemasan neorotis (syaraf)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini dibagi tiga macam, yakni :
Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan. Kecemasan timbul karena orang itu takut akan bayangannya sendiri, atau takut akan id-nya sendiri, sehingga menekan dan menguasai ego. Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari seseorang yang gelisah, yang selalu mengira bahwa seseuatu yang hebat akan terjadi.
(c). kecemasan moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang.Tiap pribadi memiliki bennacam-macam emosi antara lain: hi, benci, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang. Rasa iri, benci, dengki, dendam itu merupakan sebagian dari pemyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat.

Sebab-sebab orang gelisa
Empat penyebab rasa gelisah dalam kehidupan masyarakat moderenhttp://l.yimg.com/a/i/space.gif
1. Gelisah terhadap dosa-dosa dan pelanggaran ( yang telah dilakukan )
2. Gelisah terhadap hasil kerja ( tidak memenuhi kepuasan spiritual)
3. Takut akan kehilangan milik ( harta dan jabatan )
4. Takut menghadapi keadaan masa depan ( yang tidak disukai )

usaha-usaha mengatasi kegelisahan
Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama hams mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita hams bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.

Contoh: Dokter yang menghadapi istri dan anaknya yang sedang sakit, justru tidak dapat merasa tenang, karena ada ancaman terhadap haknya. Dokter tidak dapat berbuat apa-apa bila menghadapi keluarganya yang sakit, karena is merasa khawatir. Dalam hal ini dokter itu hams bersikap seperti menghadapi pasien yang bukan keluarganya.

pengertian keterasingan
Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.

Terasing atau keterasingan adalah bagian hidup manusia. Sebentar atau lama orang pemah mengalami hidup dalam keterasingan, sudah tentu dengan sebab dan kadar yang berbeda satu sama lain.

pengertian kesepian
Kesepian adalah suatu perasaan tidak dikasihi—perasaan tidak diperhatikan oleh orang lain. Kesepian dapat merupakan perasaan yang paling mematahkan  semangat hidup seseorang. Masalah kesepian banyak dialami orang-orang zaman sekarang. Penyelidikan menyatakan bahwa kesepian merupakan masalah terbesar yang dihadapi oleh para remaja masa kini.

Apa yang dinamakan kesepian?
Kesepian pada khususnya adalah suatu perasaan. Kesendirian merupakan masalah fisik, (keberadaannya “sendiri”) tetapi kesepian merupakan masalah psikologis atau kejiwaan. Seorang yang sendirian dapat menimbulkan rasa kesepian.  Kesepian pada dasarnya adalah suatu perasaan tidak dicintai atau tidak penting bagi orang lain; tidak dipedulikan oleh seorangpun. Sering kali perasaan itu timbul karena saudara tidak menerima kasih dan perhatian seseorang sebanyak yang saudara perlukan. Rasa kesepian biasanya datang meruak pada saat seseorang merasa tertekan, tidak bergairah hidup, dan perasaan hampa.

Banyak hal dapat menjadi penyebab kesepian, diantaranya: kebosanan, terlalu lama sendirian, melihat orang lain berkencan, melihat orang lain memasuki jenjang pernikahan, keletihan jiwa, penyakit, putus cinta, keputusasaan, keramaian dalam pesta, kenangan hubungan cinta yang sudah berlalu.  Itu semua merupakan hal-hal yang dapat menimbulkan rasa kesepian.

Macam-macam penyebab terjadinya kesepian
Bermacam-macam penyebab terjadinya kespian. Frustasi dapat mengakibatkan kesepian. Dalam hal seperti itu orang tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan sebagainya. Ia lebih senang hidup sendiri.

Selain itu ada beberapa penyebab kesepian lainnya yaituFiled Under: Psikologi  Menurut Middlebrook (1980), ada dua faktor penyebab dari kesepian, yaitu :

1)      Existential Loneliness
Kesepian ini disebabkan oleh kenyataan adanya keterbatasan keberadaan manusia yang disebabkan oleh terpisahnya seseorang dengan orang-orang lain, sehingga tidaklah mungkin baginya untuk berbagi perasaan dan pengalamannya dengan orang lain.
2)      Pengalaman traumatis hilangnya orang-orang terdekat
Hilangnya seseorang yang sangat dekat dengan individu secara tiba-tiba tanpa bisa dihindari seringkali dianggap sebagai penyebab kesepian.
3)      Kurangnya dukungan dari orang lain
Kesepian dialami oleh mereka yang merasa tidak sesuai dengan lingkungannya. Mereka yang mengalami kesepian manganggap diri mereka sebagai orang yang diremehkan dan ditolak lingkungannya.
4)      Adanya masalah krisis dalam diri seseorang dan kegagalan
Bila seseorang merasa harga dirinya terganggu, ia akan menghilangkan semangatnya dan merasa kosong serta menghindar untuk mengadakan hubungan dengan lingkungannya.
5)      Kurangnya rasa percaya diri
Meskipun individu dapar melakukan hubungan sosial dengan baik, namun ia merasa bahwa lingkungan disekitarnya kurang melibatkannya, sehingga menyebabkan individu merasa kesepian, ia hanya dapat berhubungan sosial secara formalitas saja.
Menjelaskan pengertian ketidak pastian
Ketidakpastian adalah sebutan yang digunakan dengan berbagai cara di sejumlah bidang, termasuk filosofi, fisika, statistika, ekonomika, keuangan, asuransi, psikologi, sosiologi, teknik, dan ilmu pengetahuan informasi. Ketidakpastian berlaku pada perkiraan masa depan hingga pengukuran fisik yang sudah ada atau yang belum diketahui.
Contohnya, jika Anda tidak tahu apakah besok hujan, maka Anda mengalami ketidakpastian. Bila Anda menerapkan kemungkinan ini pada hasil memungkinkan yang menggunakan perkiraan cuaca atau penilaian kemungkinan terkalibrasi, Anda telah memperkirakan ketidakpastian.

Penyebab terjadinya ketidak pastian
Orang – orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir secara teratu, apalagi mengambil kesimpulan. Dalam berpikir manusia selalu menerima rangsangan – rangsangan lain, sehingga jalan pikirannya menjadi kacau oleh rangsangan – rangsangan baru.

usaha-usaha mengatasi ketidak pastian
Untuk mengatasi keadaan ketidakpastian, tergantung pada mental si penderita. Jika penyebabnya sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat disembuhkan, maka yang terbaik adalah pergi ke psikolog. Dan penyebabnya itu jelas, maka cari solusinya agar bisa teratasi.

Opini
Menurut pendapat saya, hampir setiap manusia sering dihampiri suatu kegelisahan, namun untuk terjaga dari kegelisahan tersebut, setiap insan manusia harus selalu berpikiran tenang dan selalu berpikiran positif, karena dengan berpikiran seperti itu, kita akan terhindar dari yang namanya kegelisahan. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi. 

Ada orang yang menanggapi kegelisahan yang sedang ia alami secar berlebiahn sehingga menyebabkan orang tersebut semakin cemas dan semakin kacau, tetapi ada juga orang yang menghadapi kegelisahan yang sedang ia alamai secara sentai, sehingga ia dapat merasa khwatir yang berliebihan, dan bukan tidak mungkin orang seperti tidak mengalami kegelisahan sama sekali. 


Referensi






Selasa, 19 April 2011

Manusia dan Tanggung jawab


Pengertian tanggung jawab

Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatu, sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab.

Tanggung jawab juga dapat disebut sebagai keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dsb). Dalam kebudayaan kita, umumnya "tanggung jawab" diartikan sebagai
keharusan untuk "menanggung" dan "menjawab" dalam pengertian lain
yaitu suatu keharusan untuk menanggung akibat yang ditimbulkan oleh
perilaku seseorang dalam rangka menjawab suatu persoalan.

Pengertian tanggung jawab memang seringkali terasa sulit untuk
menerangkannya dengan tepat. Adakalanya tanggung jawab dikaitkan
dengan keharusan untuk berbuat sesuatu, atau kadang-kadang dihubungkan dengan kesedihan untuk menerima konsekuensi dari suatu perbuatan.Pengertian tanggung jawab selalu berkisar pada kesadaran untuk melakukan, kesediaan untuk melakukan, dan kemampuan untuk melakukan.


Makna tanggung jawab

makna dari istilah tanggung jawab adalah siap menerima kewajiban atau tugas. Arti tanggung jawab di atas semestinya sangat mudah untuk dimengerti oleh setiap orang. Tetapi jika kita diminta untuk melakukannya sesuai dengan definisi tanggung jawab tadi, maka seringkali masih merasa sulit, merasa keberatan, bahkan ada orang yang merasa tidak sanggup jika diberikan kepadanya suatu tanggung jawab.

Pada hakekatnya tanggung jawab itu tergantung kepada kemampuan. Rasa tanggung jawab sejati haruslah bersumber pada nilai-nilai asasi kemanusiaan. Nilai-nilai tidak dapat diajarkan secara langsung.

Tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi, sebagai akibat perbuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak lain. Kewajiban beban itu ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri atau pihak lain.

Jenis-jenis tanggung jawab

Manusia itu berjuang memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia menghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam.Dalam usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan yaitu kekuasaan tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan sayang dibuatnya. Atas dasar ini lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab yaitu :

1. Tanggung jawab terhadap diri sendiri

Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurur sifat dasarnya manusia adalah mahluk bermoral, tetapi manusia juga pribadi. Karena merupakan seorang pribasi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, berangan-angan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik yang sengaja maupun yang tidak.
Contoh: apaabila melakukan kesalahan, maka siap menerima konsekuensinya dan mampu bertanggung jawab, serta manusia harus mencari makan dan nafkah untuk dirinya sendiri.

2. Tanggung jawab terhadap keluarga

Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, ister, ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan.
Contoh: seorang suami yang harus bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dan memberikan nafkah lahir batin kepada istri dan anak-anaknya sendiri.

3. Tanggung jawab terhadap masyarakat

Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya
Ilmu Budaya Dasar – ATA 07/08 Halaman 3 dari 6
mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyrakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
Contoh: sebagai bagian dari suatu masyarakat kita diwajibkan bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan dan keamanan lingkungan dengan cara ikut kerja bakti atau gotong royong dalam masyarakat.
 
4. Tanggung jawab kepada Bangsa / negara

Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara.
Contoh: menjaga fasilitas bangsa, membayar pajak.

5. Tanggung jawab terhadap Tuhan

Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkanuntuk mengisa kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab lngsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan juka dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawab, manusia perlu pengorbanan.
Contoh: tanggung jawab terhadap tuhan adalah menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.

Pengertian pengabdian

Pengabdian itu adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu hakekatnya adalah rasa tanggung jawab, apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada keluarga.

Beberapa pengabdian, seperti : Pengabdian kepada agama atau kepada Tuhan, Pengabdian terhadap negara dan bangsa, pengabdian terhadap kedua orang tua, dan masih banyak lainnya.

Macam-macam pengabdian

Munculnya pengabdian karena ada Tanggung Jawab, maka pengabdian dibedakan menjadi beberapa macam antara lain, :
  1. Pengabdian terhadap Tuhan YME yaitu penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan merupakan perwujudan tanggung jawab yang diikuti oleh pengorbanan.Misalnya : shalat,zakat,puasa.
  2. Pengabdian kepada Masyarakat, karena manusia hidup dan dibesarkan di dalam masyarakat sehingga pengabdian dan pengorbanan sebagai perwujudan tanggung jawab terhadap masyarakat.
  3. Pengabdian kepada Raja, yaitu suatu penyerahan diri kepada raja yang melindunginya.
  4. Pengabdian Kepada Negara, pengabdian yang timbul karena seseorang merasa ikut bertanggung jawab terhadap kelestarian negara dan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
  5. Pengabdian kepada harta, karena seseorang menganggap harta yang menghidupinya. Sehinggga tindakannya semata-mata demi harta, bahkan rela berkorban untuk mempertahankan hartanya.

contoh studi kasusnya yaitu ada seorang anak laki-laki dari keluarga yang tergolong miskin merantau ke kota. dia bernama uphik. uphik rela bekerja apa saja selama di kota, asalkan bisa membiayainya semua biaya kehidupannya dikota.  setelah beberapa minggu dikota akhirnya dia bekerja kepada seorang pengusaha kaya. uphik diterima sebagai supir pribadi keluarga tersebut, karena kejujuran serta kepolosannya uphik akhirnya bisa diterima di keluarga tersebut sebagai supir. uphik selalu mengirimkan sebagian gajinya kepada orang tuanya dikampung dan sebagiannya disimpan seta di tabungnya. uphik dengan niat semulanya yang ingin bekerja dikota akhirnya benar-benar mengabdi sepenuh hatinya kepada keluarga pengusaha kaya tersebut. semua kehidupannya mulai berubah secara perlahan. banyak hal yang bisa ia pelajari dari keluarga tersebut. akhirnya, dia mengikuti semua ilmu yang pernah ddipelajari selama bekerja di keluarga pengusaha kaya tersebut. dia muloai membuka usaha. mulai dari kecil-kecilan akhirnya dia menjadi sukses. kehidupan sosialnya mulai berubah. dia bisa mengangkat derajat kehidupan ekonomi keluarganya. walalupun telah sukses dia tidak menjadi sombong.

Contoh pengabdian dalam kehidupan sehari-hari

Contoh sederhana pengabdian dalam kehidupan sehari-hari adalah misalnya seorang muslim yang berbakti dan mengabdi kepada tuhannya, ia mau melakukan hal yang diperintahkan oleh tuhannya dan menjauhi segala larangannya. Selain itu ada pula contoh pengabdian seseorang kepada rajanya karena selama ini mungkin ia telah bayak dibantu oleh rajanya, maka dari itu, sebagai balas budi seseorang tersebut kepada rajanya, dengan cara mengabdi kepada rajanya.

Pengertian pengorbanan

Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kit membaca atau mendengarkan kotbah agama.

Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.

Macam-macam pengorbanan

Sebenarnya maksud pengorbanan dan pengabdian beda tipis, maka dari itu macam pengorbanan tidak jauh dari macam pengabdian. Macam-macam pengorbanan :

Pengorbanan terhadap Tuhan YME
Pengorbanan kepada Masyarakat
Pengorbanan kepada Raja
Pengorbanan Kepada Negara
Pengorbanan terhadap apa yang ia cintai dan sukai.

Akibat dari pengorbanan

Seseorang yang cinta dan suka kepada sesuatu, maka seseorang itu mau melakukan pengorbanan apa saja terhadap sesuatu yang ia cintainya, namun tidak semua pengorbanan berjalan dengan baik, contoh akibat dari pengorbanan yang berlebihan adalah seseorang itu jadi tergantung pada apa yang dikehendaki olehnya, menjadi lebih seperti kelihatan tidak sehat, badanya terlihat lemas, dan mau melakukan apa saja yang dimintanya. Oleh karena itu, kita perlu pengorbanan, namun jangan berlebihan.

Contoh pengorbanan

Pengorbanan seorang siswa yang tinggal disuatu desa terpencil dari keramaian kota untuk mengenyam pendidikan, pengoraban siswa tersebut lebih berat daripada siswa yang lainnya, dimana ia harus berjalan kaki sejauh sekitar 5km dari rumahnya menuju sekolahnya. Berbeda 180 derajat dengan kehidupan dikota. Selain itu, siswa tersebut harus berangkat pagi-pagi buta menuju sekolahnya. Pengorbanan siswa tersebut dutunjkkan hanya semata-mata untuk memperoleh pendidikan. Dari hal ini kitadapat mengambil pelajaran bahwa, pengorbanan harus dilakukan dengan ikhlas dan bersungguh hati dalam menjalankannya, maka semua itu akan menjadi lebih mudah.

Reference:


Minggu, 27 Maret 2011

Manusia dan Pandangan Hidup

Muhamad Asep Saputra
54410563

Pandangan Hidup
Pandangan Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Pengertian pandangan hidup adalah suatu hal yang dijadikan sebagai pedoman hidup. dimana seseorang menjalani hidupnya dengan aturan aturang yang dia buat untuk memjukan kehidupannya. Pandangan hidup yang berasal dari agama, dan pengalaman hidup yang pernah di alai seseorang tersebut orang yang memiliki pandangan hidup pasti memiliki tujuan, dan tujuan ini biasa disebut cita cita.

Pandangan hidup adalah cara pandang terhadap kehidupan menurut sudut pandang tertentu. Yang dimaksud dengan “cara pandang”, adalah perspektif tertentu atau semacam “kacamata” tertentu yang dipakai untuk memandang realitas. Pandangan hidup mutlak keberadaannya bagi manusia, sebab tanpa pandangan hidup, manusia tak ubahnya seperti binatang tak berakal dan akan menjalani kehidupannya tanpa arah dan sikap yang jelas.
Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur yaitu ;
·         Cita-cita
·         Kebajikan
·         Usaha
·         Keyakinan / kepercayaan
Keempat unsur ini merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan .
Bentuk konkret dari pandangan hidup adalah pemikiran-pemikiran tentang kehidupan yang telah menjadi persepsi (mafahim) bagi penganutnya. Pemikiran-pemikiran seperti ini adalah pemikiran yang telah mengalami 2 (dua) proses: Pertama, adanya pemahaman terhadap fakta suatu pemikiran (idrak waqi’ al fikrah). Kedua, adanya pembenaran (tashdiq) terhadap pemikiran tersebut (at tashdiq bi al fikrah) (An Nabhani, 1963).

Macam-macam sumber pandangan hidup
Pandangan hidup berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
  1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
  2. Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada suatu Negara
  3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya
Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka panandangan hidup itu  disebut ideology.

Pandangan hidup muslim
Pandangan hidup muslim adalah pandangan hidup Islam, yaitu cara pandang terhadap kehidupan menurut sudut pandang Islam. Berdasarkan pandangan hidup Islam, manusia tidak diciptakan sia-sia tanpa tujuan. Ini terwujud dalam persepsi-persepsi (mafahim) Islam yang berupa pemikiran-pemikiran (afkar) dan hukum-hukum (ahkam) Islam, yang terlahir dari Aqidah Islamiyah. Pandangan hidup ini menjadi standar untuk menilai berbagai fakta kehidupan dan menjadi pedoman bagi segala perilakunya dalam kehidupan. Pandangan hidup muslim antara lain terwujud secara konkret dalam bentuk berbagai tugas (kewajiban) yang harus dilaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi seorang muslim, pandangan hidup yang benar hanyalah pandangan hidup Islam semata, karena agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam saja. Agama-agama selain Islam seperti Yahudi dan Nashrani adalah agama kafir, sebagaimana ideologi-ideologi selain Islam seperti Kapitalisme dan Sosialisme adalah ideologi kafir. Semua agama dan ideologi selain Islam tidak akan diterima oleh Allah SWT. Seorang muslim wajib berpandangan hidup Islam, yaitu memandang segala sesuatu dari sudut pandang Islam. Kewajiban ini telah ditunjukkan oleh Rasulullah Saw ketika suatu saat terjadi gerhana matahari yang bertepatan dengan meninggalnya Ibrahim, putera Rasulullah. Saat itu orang-orang mengatakan bahwa gerhana matahari terjadi karena meninggalnya Ibrahim.

Pengertian ideology
Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologi dapat dianggap sebagai visi  yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu  secara umum dan beberapa arah filosofis atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat.

Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit.(definisi ideologi Marxisme).

Berikut ada beberapa definisi lain tentang ideologi:
  • Gunawan Setiardjo :
Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan atau aqidah 'aqliyyah (akidah yang sampai melalui proses berpikir) yang melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan.
  • Machiavelli:
Ideologi adalah sistem perlindungan kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa.

  • Thomas H:
Ideologi adalah suatu cara untuk melindungi kekuasaan pemerintah agar dapat bertahan dan mengatur rakyatnya.
  • Francis Bacon:
Ideologi adalah sintesa pemikiran mendasar dari suatu konsep hidup.
  • Karl Marx:
Ideologi merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat.
  • Napoleon:
Ideologi keseluruhan pemikiran politik dari rival–rivalnya.

Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa Ideologi(mabda’) adalah pemikiran yang mencakup konsepsi mendasar tentang kehidupan dan memiliki metode untuk merasionalisasikan pemikiran tersebut berupa fakta, metode menjaga pemikiran tersebut agar tidak menjadi absurd dari pemikiran-pemikiran yang lain dan metode untuk menyebarkannya.

Macam-macam ideologi:
  • Ideologi Liberalisme
  • Ideologi Pancasila 
  • Ideologi Sosialisme
  • Ideologi Komunisme
  • Ideologi Kapitalisme

Pengertian tentang cita-cita
cita cita adalah suatu harapan yang manusia inginkan akan terjadi di masa mendatang sesuai dengan keinginan manusia tersebut. mengapa cita cita merupakan bagian dari suatu pandangan hidup? karena cita cita yang menggambarkan suatu pandangan hidup itu sendiri.

Menurut kamus umum bahasa Indonesia cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang. Dengan demikian cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan dating.

Tiga faktor untuk menggapai cita-cita:

- Faktor manusia

- Faktor kondisi

- Faktor tingginya cita-cita


Pengertian kebajikan
Pengertian Kebajikan sendiri, merupakan suatu tindakan, perilaku, kebiasaan untuk berbuat bajik / baik atau dalam kondisi ideal merupakan perilaku yg telah dapat mengikuti tuntunan watak sejati secara alami.

Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yagn sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral.  

Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal:
Pertama faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan.
Faktor kedua yang menentukan tingkah laku seseorang adalah lingkungan (environ¬ment).
Faktor ketiga yang menentukan tingkah laku seseorang adalah pengalaman yang khas yang pemah diperoleh.


Makna kebajikan
Kebajikan merupakan suatu tindakan, perilaku, kebiasaan untuk berbuat bajik / baik atau dalam kondisi ideal merupakan perilaku yg telah dapat mengikuti tuntunan watak sejati secara alami. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Setiap manusia pasti pernah melakukan kebajikan, tanpa terkecuali setiap makhluk hidup tersebut.


Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku seseorang
Ada beberapa faktor-faktor yang menentukan tingkah laku seseorang, diantaranya:
  • Pertama adalah Faktor Psikologi
  • Kedua adalah Faktor Situasional
  • Ketiga adalah Faktor Lingkungan (environ¬ment)
  • Keempat adalah Faktor pembawaan (heriditas)


Pengertian usaha/perjuangan
Setiap manusia pasti tidak pernah luput dari kata perjungan. Setiap perjungan antara manusia satu dengan manusia yang lainnya pasti berbeda-beda, serta mengalami tingkatan perjungan yang berbeda-beda. Perjuangan adalah berarti berusaha untuk menggapai sesuatu, sesuatu itu berarti apa yang kiat dambakan, sesuatu yang kita dambakan berarti merukan hal yang postif, hal yang positif berarti merupakn hal yang baik.

Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan. Perjuangan untuk hidup, dan ini sudah kodrat manusia. Setaip manusia yang ingin mencapai tujuan tertentu atau tujuan yang didambakannya, pasti memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang berat. Tanpa berusaha dan berjuang, manusia tersebut tidak mungkin akan mencapai tujuan yang dicapainya.


Tiga aliran filsafat
Menurut Prof. Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu aliran naturalisme, aliran intelektualisme, dan aliran gabungan.

Aliran Naturalisme : Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan.

Aliran intelektualisme : Dasar aliran ini adalah logika / akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir.Ø

Aliran Gabungan : Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. kekuatan gaib Minya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan.


Pengertian keyakinan/kepercayaan
 
Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. Kepercayaan adalah suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu premis benar.

Kepercayaan dalam bahasa inggrisnya dinamakan "trust or believe" ini merupakan suatu bentuk nyata dalam kehidupan dimana menjadi berharga dari intan berlian sekalipun. Kepercayaan adalah sesuatu yang diyakini kebenarannya.


Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik.
Setiap manusia mempunyai dan memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda antara manusia satu dan manusia lainnya. Untuk berpandangan hidup yang baik serta benar, kita harus mengetahui dan mengikuti langkah-langkah agar dapat berpandangan hidup yang baik dan benar.

Adapun langkah-langkah itu sebagai berikut:

  1. Mengenal
  2. Mengerti
  3. Menghayati
  4. Meyakini
  5. Mengabdi


Opini

Menurut pendapat saya, setiap manusia yang bernyawa pasti memiliki pandangan hidup. Setiap manusia itu, pasti memiliki pandangan hidup yang berbeda antara manusia satu dengan manusia yang lainnya. Meski memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda, setiap seseorang harus dan disarankan untuk berpandangan hidup secara baik, benar dan sesuai dengan syariat agama (Islam). Bagi seorang muslim, dianjurkan merpandangan hidup sesuai dengan syariat Islam dan bersudut pandang Islam. Manusia yang memiliki pandangan hidup, berarti seseorang itu memiliki tujuan dalam hidup, dan masing-masing tujuan hidup itu berbeda-beda pula. Seseorang yang memiliki pandangan hidup dan tujuan hidup, maka seseorang itu akan berusaha serta berjuang untuk mencapai tujuan hidup tersebut.

Seseorang yang memiliki pandangan hidup yang benar dan sesuai dengan syariat agama, maka seseorang tersebut akan mendapatkan kebahagiaan didunia dan diakhirat. Setiap seseorang yang memiliki pandangan hidup, dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya  Faktor Psikologi, Faktor Situasional, Faktor Lingkungan (environ¬ment), serta Faktor pembawaan (heriditas). Agar menjadi seseorang yang berpandangan hidup yang baik dan benar, seseorang tersebut harus mengetahui dan mengikuti langkah-langkah seperti, Mengenal, Mengerti, Menghayati, Meyakini, Mengabdi agar menjadi manusia yang berpandangan hidup yang baik dan benar sesuai syariat agama Islam.



Sumber: